Silogisme adalah salah satu bentuk penalaran paling sering di SNBT. Kesalahan umum terjadi saat premis dibaca terbalik atau kesimpulan diambil tanpa uji contoh. Artikel ini menyajikan kerangka pemrosesan premis, pola validitas, contoh soal bergaya SNBT, dan rencana latihan soal SNBT agar kamu bisa mengecek validitas dalam waktu singkat.
Langkah utama silogisme
1) Susun ulang premis ke format universal/partikular yang konsisten: “semua”, “tidak ada”, “sebagian”.
2) Gunakan notasi huruf (A, B, C) untuk mengganti kata benda, agar hubungan lebih jelas.
3) Uji contoh ekstrem: jika ada kemungkinan contoh yang masih memenuhi premis tetapi membuat kesimpulan salah, berarti kesimpulan tidak valid.
4) Hindari asumsi simetri: “semua A adalah B” tidak berarti “semua B adalah A”.
Pola klasik yang perlu diingat
- Semua A adalah B, semua B adalah C → semua A adalah C (valid).
- Tidak ada A adalah B, semua B adalah C → semua A bukan C (valid).
- Semua A adalah B, beberapa B bukan A → kesimpulan tentang A atau C perlu uji; tidak otomatis valid.
- Sebagian A adalah B, semua B adalah C → kesimpulan “sebagian A adalah C” tidak otomatis; uji contoh.
- Sebagian A bukan B, semua B adalah C → tidak ada kesimpulan pasti antara A dan C.
Contoh soal bergaya SNBT + pembahasan
Soal 1
Premis: Semua dokter adalah lulusan universitas. Semua lulusan universitas rajin membaca.
Kesimpulan: Semua dokter rajin membaca.
Analisis: Ini rantai inklusi (A → B → C). Kesimpulan valid.
Soal 2
Premis: Tidak ada siswa kelas A yang malas. Beberapa siswa kelas A mengikuti klub musik.
Kesimpulan: Beberapa anggota klub musik tidak malas.
Analisis: Klub musik subset dari kelas A, dan kelas A tidak malas. Kesimpulan valid.
Soal 3
Premis: Semua pemain bola adalah atlet. Beberapa atlet bukan pemain bola.
Kesimpulan: Beberapa pemain bola bukan atlet.
Analisis: Kesimpulan terbalik; premis tidak mendukung. Tidak valid.
Soal 4
Premis: Sebagian programmer adalah desainer. Semua desainer kreatif.
Kesimpulan: Sebagian programmer kreatif.
Analisis: Bisa jadi programmer yang desainer adalah kreatif; jika “sebagian” benar, kesimpulan mungkin valid. Tapi butuh uji: jika sebagian programmer bukan desainer, tetap ada subset kreatif. Dengan premis “sebagian programmer adalah desainer”, ada minimal satu programmer desainer, maka ada minimal satu programmer kreatif. Kesimpulan valid.
Soal 5
Premis: Semua A adalah B. Tidak ada B adalah C.
Kesimpulan: Tidak ada A adalah C.
Analisis: Jika A subset B dan B terpisah dari C, maka A juga terpisah dari C. Valid.
Teknik uji contoh ekstrem
- Buat set kecil yang memenuhi premis.
- Coba susun agar kesimpulan gagal; jika bisa, kesimpulan tidak valid.
- Jika tidak bisa membuat contoh yang melanggar kesimpulan tanpa melanggar premis, kesimpulan valid.
Contoh: Premis “Semua kucing hewan, beberapa hewan bukan kucing” → bisa buat contoh hewan anjing yang bukan kucing. Kesimpulan “Semua hewan kucing” jelas salah; premis tidak mendukung kesimpulan itu.
Latihan 10 hari (15-20 menit/hari)
- Hari 1: 15 soal semua/sebagian/tidak ada. Tulis ulang premis.
- Hari 2: 15 soal dengan premis negatif (tidak ada), uji contoh.
- Hari 3: 15 soal campuran, timer 20 menit.
- Hari 4: Review 10 soal salah; tulis contoh ekstrem yang melemahkan.
- Hari 5: 20 soal silogisme dengan 4 opsi kesimpulan; eliminasi bertahap.
- Hari 6: 20 soal silogisme konteks (profesi, hobi); catat kata pembatas.
- Hari 7: Simulasi 25 soal, 20 menit; target akurasi 75 persen.
- Hari 8: 20 soal campuran; fokus pada premis “sebagian”.
- Hari 9: 20 soal tambahan; leaderboard opsional.
- Hari 10: Review komprehensif; susun tabel pola validitas pribadi.
Metrik yang perlu dicatat
- Akurasi silogisme per sesi.
- Waktu rata-rata per soal (target 45 sampai 60 detik).
- Jumlah kesimpulan terbalik yang keliru (A ↔ B).
- Jumlah soal yang butuh uji contoh ekstra (tanda soal ragu).
Tips hemat waktu
- Perhatikan kata seperti “tidak ada” dan “kecuali”; mereka membalik inklusi.
- Jika kesimpulan menambahkan klaim baru yang tidak muncul di premis, curigai tidak valid.
- Gunakan tabel huruf untuk memvisual tanpa menggambar diagram rumit.
- Lakukan eliminasi paralel: cocokkan setiap opsi dengan premis, buang yang jelas tidak mungkin.
Integrasi dengan bank-soal.com
- Buat sesi 15 sampai 20 soal silogisme dengan timer 20 menit.
- Simpan preset untuk premis negatif atau kecuali.
- Gunakan pembahasan untuk menulis ulang premis dan alasan valid/tidak valid.
- Pantau akurasi logis dan waktu per soal di dashboard; gunakan untuk fokus latihan berikutnya.
Ringkasan eksekusi cepat
1) Susun premis ke format “semua/ tidak ada/ sebagian”.
2) Uji kesimpulan dengan contoh ekstrem; jika bisa dilanggar, tidak valid.
3) Hafal pola klasik (A → B → C).
4) Jaga tempo <60 detik/soal; tandai ragu, lanjutkan.
5) Review pola yang salah di sesi berikutnya.
Dengan kerangka ini, mengecek validitas silogisme menjadi cepat dan terstruktur. Latihan konsisten membuat pola inklusi-eks-klusi otomatis, sehingga latihan soal SNBT lebih efisien. Selamat mempraktikkan!