Deret angka adalah salah satu bagian numerik yang sering muncul di SNBT. Tantangannya bukan rumit secara matematika, tetapi bagaimana mengenali pola dalam waktu singkat dan menghindari jebakan operasi ganda. Artikel ini membahas kerangka cek pola, jenis-jenis pola yang sering keluar, contoh soal bergaya SNBT, latihan terstruktur, dan metrik yang perlu dipantau saat latihan soal SNBT.
Kenapa deret angka penting di SNBT
- Porsi soal deret biasanya cukup konsisten dari tahun ke tahun.
- Polanya berulang; sedikit latihan bisa menambah kecepatan signifikan.
- Kesalahan umum bukan di hitungannya, tetapi di identifikasi pola awal.
- Menjadi poin aman jika punya kerangka cek yang disiplin.
Kerangka cek pola 5 langkah (<=45 detik)
1) Cek selisih tetap: kurangi dua angka berurutan, lihat apakah selisih konstan.
2) Cek rasio tetap: bagi dua angka berurutan, lihat apakah rasio konstan.
3) Cek selisih kedua: jika selisih berubah, hitung selisih dari selisih (misal +3, +5, +7).
4) Cek selang-seling: pisahkan suku ganjil dan genap, lihat apakah masing-masing membentuk pola sendiri.
5) Cek operasi ganda: kali lalu tambah, bagi lalu kurang, atau campuran pangkat dan tambah.
Gunakan urutan ini dengan cepat; biasanya pola sudah terlihat di langkah 1 sampai 3. Jika belum, coba selang-seling dan operasi ganda.
Jenis pola yang sering muncul
- Aritmetika: selisih konstan, misal 5, 9, 13, 17 (selisih 4).
- Geometri: rasio konstan, misal 2, 6, 18, 54 (rasio 3).
- Selisih kedua: selisih bertambah tetap, misal 2, 5, 10, 17 (selisih 3, 5, 7).
- Pola selang-seling: gabungan dua deret, misal 3, 8, 5, 10, 7, 12 (deret ganjil +2, deret genap +2).
- Operasi ganda sederhana: kali lalu tambah, misal 2, 5, 11, 23 (x2+1, x2+1).
- Operasi ganda campuran: tambah lalu kali, misal 1, 4, 12, 36 (x3, x3). Atau x2 lalu +3 selang-seling.
- Faktorial ringan atau bilangan istimewa: jarang, tetapi kadang muncul pola bilangan prima atau kuadrat.
- Pengulangan blok: pola 1, 2, 4 berulang (1, 2, 4, 1, 2, 4…).
- Pola berbasis posisi: suku ke-n mengikuti formula sederhana (n^2 + 1, misalnya).
Kesalahan umum yang harus dihindari
- Memaksakan pola rumit padahal cukup selisih konstan.
- Lupa cek selang-seling ketika selisih tampak acak.
- Kebalik operasi: mengira kali lalu tambah padahal tambah lalu kali.
- Tidak periksa konsistensi: pola harus berlaku untuk semua transisi, bukan hanya dua pasang angka.
- Mengabaikan tanda: deret bisa turun dengan selisih negatif atau rasio kurang dari satu.
Contoh soal bergaya SNBT + pembahasan
Soal 1
2, 6, 18, 54, …
Pola: rasio 3 (kali tiga). Suku berikutnya: 54 x 3 = 162.
Soal 2
4, 9, 16, 25, …
Pola: bilangan kuadrat berturut-turut (2^2, 3^2, 4^2, 5^2). Suku berikutnya: 6^2 = 36.
Soal 3
5, 8, 13, 20, 29, …
Selisih: +3, +5, +7, +9. Selisih berikutnya +11. Suku berikutnya: 29 + 11 = 40.
Soal 4
7, 14, 12, 24, 20, …
Pisah selang-seling: ganjil (7, 12, 20): +5, +8 (selisih bertambah 3). Genap (14, 24): +10. Lanjutkan ganjil: selisih berikut +11. Suku berikutnya: 20 + 11 = 31.
Soal 5
3, 5, 10, 12, 24, …
Pola operasi ganda: x2 -1 bergantian dengan +2.
- 3 x 2 - 1 = 5
- 5 + 5 = 10 (ternyata +5, cek ulang)
Perbaiki: coba x2 lalu -1, kemudian x2 lalu -?
Alternatif: selang-seling dua deret: (3,10,24) rasio hampir x3 kemudian x2.4; (5,12) +7.
Jika pola kurang jelas, tandai sebagai soal berat dan kerjakan terakhir; hindari waktu habis.
Pelajaran: cek konsistensi di semua transisi, jangan terpaku satu hipotesis.
Tabel cepat pola selisih dan rasio
| Tipe | Contoh suku | Cek cepat | Rumus umum |
|---|---|---|---|
| Aritmetika | 4, 9, 14 | Selisih tetap +5 | an = a1 + (n-1)d |
| Geometri | 3, 9, 27 | Rasio tetap x3 | an = a1 r^(n-1) |
| Selisih kedua | 2, 5, 10, 17 | Selisih naik 3,5,7 | an = n^2 + 1 (contoh) |
| Selang-seling | 7, 14, 12, 24 | Dua deret terpisah | Pisah ganjil/genap |
| Operasi ganda | 2, 5, 11, 23 | Kali lalu tambah | a(n) = a(n-1) x2 +1 (contoh) |
| Bilangan khusus | 2, 3, 5, 7 | Prima berturut | Hafal pola dasar |
Gunakan tabel ini sebagai pengingat saat latihan.
Latihan terstruktur 14 hari (15-25 menit per hari)
- Hari 1: 20 soal selisih tetap; target 90 persen akurasi.
- Hari 2: 20 soal rasio tetap; fokus percepat hitung mental.
- Hari 3: 20 soal selisih kedua; tulis selisih dan selisih kedua setiap soal.
- Hari 4: 25 soal selang-seling; pisahkan deret ganjil-genap di kertas.
- Hari 5: 20 soal operasi ganda; catat pola x2+?, x3-?, +? x?.
- Hari 6: 30 soal campuran; target waktu rata-rata 50 sampai 60 detik per soal.
- Hari 7: Review: ulang soal yang salah, tulis pola benar dalam satu kalimat.
- Hari 8: 25 soal bilangan khusus (kuadrat, kubik, prima).
- Hari 9: 25 soal campuran dengan timer ketat (45 detik per soal).
- Hari 10: Simulasi 30 soal deret dalam 25 menit; catat 5 soal terlama.
- Hari 11: Latihan pola selang-seling dan operasi ganda, 20 soal.
- Hari 12: Latihan deret dengan nilai negatif atau pecahan, 20 soal.
- Hari 13: Simulasi 35 soal dalam 30 menit; target akurasi minimal 75 persen.
- Hari 14: Review komprehensif; susun kartu ringkas pola dan contoh.
Strategi tempo saat ujian
- Target 45 sampai 60 detik per soal deret.
- Putaran pertama: kerjakan selisih/rasio jelas.
- Putaran kedua: selang-seling atau operasi ganda.
- Jika pola tidak jelas dalam 30 detik, tandai dan lanjut; kembali jika ada waktu.
Teknik hitung mental cepat
- Selisih: kurangi angka besar ke kecil dengan memecah ratusan-puluhan-satuan.
- Rasio: gunakan perkalian pendek (x2, x3, x4, x5, x1.5).
- Pangkat kecil: hafal 2^1 sampai 2^10, 3^1 sampai 3^6, kuadrat 1 sampai 20.
- Pembulatan: perkirakan dulu, baru koreksi selisih kecil.
Metrik yang perlu dicatat
- Akurasi deret per sesi.
- Waktu rata-rata per soal deret.
- Jenis pola yang paling sering salah (selisih kedua, selang-seling, operasi ganda).
- Jumlah soal yang ditandai dan bisa diselesaikan saat kembali.
Integrasi latihan dengan bank-soal.com
- Buat sesi khusus deret 20 soal, timer 20 sampai 25 menit.
- Aktifkan leaderboard seminggu sekali untuk melihat posisi dan menekan waktu, sisanya fokus akurasi.
- Gunakan pembahasan untuk menulis ulang pola dan operasi dalam catatan pribadi.
- Pantau metrik di dashboard: akurasi numerik, waktu per soal deret, dan pola salah terbanyak.
Checklist sebelum tryout
- Hafal selisih dan rasio dasar untuk deret umum.
- Punya catatan pola ganda (kali-tambah, bagi-kurang) dan contoh.
- Sudah latihan selang-seling dan deret dengan angka negatif atau pecahan.
- Timer siap; target waktu tercatat.
- Strategi tandai-lanjut siap dipakai.
Ringkasan eksekusi cepat
1) Cek selisih, cek rasio, cek selisih kedua.
2) Pisah selang-seling jika pola belum jelas.
3) Coba operasi ganda (kali tambah, bagi kurang).
4) Kerjakan yang jelas dulu, tandai yang rumit.
5) Jaga tempo 45 sampai 60 detik per soal dan catat pola yang salah untuk latihan ulang.
Dengan kerangka ini, deret angka bisa berubah dari soal acak menjadi pola yang mudah ditebak. Disiplin mencatat pola dan waktu akan membuat latihan soal SNBT numerik lebih terukur dan efisien. Selamat berlatih!